Sabungayam7777.com – Dunia Sabung Ayam Dalam Adat Talang Mamak, mungkin bagi sebagian dari anda para penghobi Sabung Ayam yang sudah berpengalaman di dunia sabung ayam, adat talang mamak sudah tidak asing lagi di telinga anda. Masyarakat adat talang mamak merupakan masyarakat adat yang tinggal di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Dunia Sabung Ayam Dalam Adat Talang Mamak

Pada kesempatan kali ini, Agen Sabung Ayam akan membahas tentang adat talang mamak yang juga terkait dengan dunia sabung ayam. Dari hasil laporan yang dikumpulkan oleh tim Sabung Ayam Online mengenai adat talang mamak, kami berhasil merangkum wacana berikut ini.

Dunia Sabung Ayam Dalam Adat Talang Mamak

Sebagai masyarakat adat, kelompok masyarakat ini selalu mengadakan upacara adat sebagai salah satu rutinitas mereka. Salah satu upacara adat yang akan kita bahas kali ini adalah upacara Gawai Gedang.

Upacara ini merupakan upacara pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat setempat selama tiga hari berturut. Upacara ini dimulai dengan menaikkan tiang gelanggang sampai hari ketiga diturunkannya tiang.

Hal menari dari upacara adat ini adalah adanya pertandingan sabung ayam sebagai salah satu bagian dari upacara tersebut. Bagi masyarakat talang mamak, ritual sabung ayam merupakan syarat yang harus dipenuhi agar upacara Gawai Gedang ini berjalan dengan lancar dan aman.

Melalui salah satu wakil masyarakat Talang Mamak, tim Sabung Ayam Online menanyakan tentang cerita dibalik syarat yang satu ini. Ternyata, Sabung Ayam bertujuan untuk menguatkan batin yang terlibat dalam upacara ini.

Menurut kepercayaan mereka, sabung ayam menjauhkan para godaan setan dan hal mistis lainnya yang mencoba mengganggu jalannya upacara Gawai Gedang ini.

Seperti halnya sabung ayam di daerah lain, taruhan sudah menjadi hal yang sangat lumrah pada upacara ini. Akan tetapi, pertandingan sabung ayam ini hanya diadakan di dalam wilayah upacara. Karena memang sabung ayam masih terhitung ilegal di Indonesia.

Biasanya jumlah taruhan mulai dari 20 ribu Rupiah dan taruhan paling besar adalah 500 ribu Rupiah. Namun, untuk mengikuti taruhan ini, para peserta wajib membayarkan biaya pendaftaran sebesar 10 ribu Rupiah yang akan dijadikan sebagai uang kas untuk upacara Gawai Gedang atau upacara adat lainnya.

Sebelum ayam petarung ini diturunkan, mereka akan terlebih dahulu ditimbang berat, tinggi dan ukuran taji dari masing-masing ayam petarung tersebut. Tujuan dari dilakukannya hal ini adalah untuk menentukan lawan yang seimbang.

Setelah selesai, mereka akan memasangkan taji yang terbuat dari logam yang diasah tajam seperti pisau kecil. Setelah selesai, ayam petarung akan dibawa ke arena atau gelanggang yang telah disediakan.

Pertandingan ini diawasi oleh Ampang Delapan yang bertindak sebagai wasit. Ayam yang menang dalam pertarungan ini akan naik kelas dan mempunyai harga jual yang mahal dan akan semakin terkenal. Ironisnya, ayam yang kalah dan mati, akan dimasak menjadi salah satu hidangan yang disajikan.

Simak Juga : Panduan Melatih Ayam Petarung Muda Hingga Juara

You may also like

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.