Sabungayam7777.com – Tradisi Pada Sabung Ayam Indonesia Di Tanah Toraja, Permainan Sabung Ayam Tradisional Masyarakat Pecinta Taruhan Judi Sabung Ayam di Tanah Toraja, Sulawesi. Melalui Agen Sabung Ayam Anda Dapat Bermain Sabung Ayam Live di situs Sabung Ayam Online.

Tradisi Pada Sabung Ayam Indonesia Di Tanah Toraja

Tradisi Pada Sabung Ayam Indonesia Di Tanah Toraja

Pengertian Dari Sabung Taji Toraja Menurut Agen Sabung Ayam

1. biar kalah — asalkan menang sorak, biar harta habis asal hati bahagia (senang) ; Lalu Pengertian Taji Memiliki Arti bagian yg keras serta runcing pd kaki ayam jantan ; susuk ;

2. susuk dr tembaga, besi, dan sebagainya dipasang pd kaki ayam sabungan : — bentuk, — bengkok, — golok, dll ; tiruan pisau atau benda tajam lain yg dipasang pd taji ayam pd saat ayam disabung ; taji, jalu, picu, sungga, susuh.

Contoh : Sebelum pertandingan sabung ayam dimulai, Seseorang memasang taji di kaki ayam jagonya.

Jadi Sabung Taji Sendiri Adalah Sama Saja dengan Turnamen Pertandingan Sabung Ayam Menggunakan Pisau . Taji adalah senjata tajam yang mempunyai ukuran sangat kecil (mini).

Taji sangat terkenal dibali apalagi dalam dunia hiburan tajen atau sabung ayam. Taji ini sering digunakan sebagai senjata pada saat ada acara sabung ayam dan hanya dimiliki oleh orang – orang spesifik saja.

Praktek perjudian bebas yang melibatkan ratusan warga itu mempertaruhkan mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah tanpa adanya pengawasan dari pihak berwajib.

Dalam kebudayaan Tanah Toraja sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan yangsudah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’ (Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, adalah kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic mengatakan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Sampai Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan rakyat dimana dua ayam jago saling di adukan. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan dan terbuat dari logam yang runcing. Permainan sabung ayam pertama berlangsung di india serta asia kurang lebih pada tahun 1400 sebelum masehi.

Baca Juga : Kelebihan Dan Kekurangan Pada Ayam Aduan Philipina

Awalnya, dua orang yang memiliki ayam jago masuk ke arena. Setelah itu, keduanya memasangkan taji pada kedua kaki ayam masing-masing. Jumlah taji yang dipasang tergantung kesepakatan, bisa satu atau dua bilah. Taji dipasang di kaki ayam dengan ujungnya menghadap ke belakang dan posisi agak miring.

Setelah masih-masing ayam bertaji, kedua ayam dilepaskan bersamaan saling berhadapan. Keduanya dibiarkan untuk beradu sampai ada yang kalah. Tanda kalah biasanya berupa ayam lari, ayam mati terkena taji, atau ayam diam saat diserang. Selama beradu, pemilik ayam berada di luar arena dan tidak boleh masuk kecuali untuk mengambil ayamnya saat dinyatakan kalah.

Jika ayam diam saat diserang, ayam dinyatakan kalah. Akan tetapi, untuk memastikan, pemiliknya akan mengambil ayamnya, lalu memasangkan kayu bercagak yang telah disiapkan pada leher ayam. Selanjutnya, ayam yang menang diperintah mematuk kepala ayam tersebut . Jika dapat mematuk sampai 3 kali, maka ia dinyatakan menang. Adapun jika tidak, maka permainan dianggap seri.

Terkecuali judi, pada saat sabung ayam dilaksanakan, biasanya sang ayam akan dilengkapi oleh ‘senjata’ yang mematikan. Dan biasanya ditempatkan pada kaki-kaki ayam yang diadukan, yaitu sebuh pisau kecil dan sangat tajam. Biasanya ayam yang akan diadukan merupakan pejantan, dan akan saling mengalahkan, hingga salah satu mengalah bahkan mati di arena sabung ayam.

You may also like

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.